Jum`at, 28 januari 2005
pagi 02:00
Terbukanya satu pintu dan terakhir.
…tunggu aku sesaat dan aku akan melihat rahasia diwajahmu.Lihat aku sejenak,mungkin aku melihat rahasia hati dimatamu,mungkin kupahami dari wajahmu semua hal yang tersembunyi dibalik jiwamu.Sang Jiwa,tunggu sebentar,…Karena aku letih dalam lorong itu dan jiwaku remuk dalam teror jalanan.Tunggu,karena kita telah mencapai persimpangan itu,tempat kematian memeluk kehidupan.Jiwa ini takkan beranjak sampai jiwamu mengatakan dengan terus terang bahwa “jiwaku adalah : tujuan dari jiwamu”,sampai kau ungkap dalam hatiku kebohongan apa yang terpendam dalam hatimu.”Aku mencoba untuk mengurai dan nampaknya kau mengikat simpul”.Dan sayapku kini telah sembuh dan telah kurentangkan.
——
- Kau dan Aku -
Bahagia saat kita duduk dipendapa,Kau dan aku,
Dua sosok tubuh namun hanya satu jiwa,Kau dan aku,
Harum semerbak dan nyanyian burung menebarkan kehidupan pada saat kita memasuki taman,Kau dan aku,
Bintang-bintang yang beredar sengaja menatap kita lama-lama,
Bagai bulan kita bagikan cahaya terang bagi mereka,
Kau dan aku,tak terpisahkan lagi,menyatu dalam nikmat tertinggi,Bebas dari cakap orang,Kau dan aku,
Semua burung terbang tinggi dilangit mengidap iri,Lantaran kita tertawa bahagia,Kau dan aku,
Sungguh ajaib,Kau dan aku,yang duduk bersama disudut rahasia,
dan pada saat yang sama kita berada.
Kau dan aku.
——
Hati ini tentram dan damai jika berdiam diri.Ketika Kekasih bersamaku,Kasih dan Sayangnya tak pernah terbagi,dengan benda fana yg selalu menguji.Kapanpun dapat kurenungi kindahannya,keluguannya dan ketulusannya.Dia akan mengisi jiwaku,dan rahasianya menjadi rahasiaku.Hati ini adalah santapan yang tersaji bagi maumu.Barulah jiwa ini pulih jika telah bersatu denganmu.Semoga kekallah jiwaku karena hasratku adalah bersatu denganmu melabuhkan rindu.
—–
Oh Tuhanku,aku anak tak beribu yang tak berpunya dan mencoba untuk bertahan hidup,terbelenggu didalam dunia bentuk yang akan membudakku dan membuat derita.Namun aku akan selalu sabar dan rela menanggung penderitaan yang tlah menimpaku.Namun demikian,aku tidak kuasa menahan penderitaan yang lebih hebat yang sedang menggangu perasaanhatiku paling dalam,karena aku masih bertanya pada diriku sendiri,Apakah engkau…….akan aku ?
—–
Salib dan orang-orang kristen dari ujung keujung tlah kujajaki,Dia tiada diatas salib
Aku pergi kebiara tempat memuja,kepagoda tua,kekuil tua.tiada jejak apapun disana.
Aku pergi kelembah dan bukit,Tlah kusaksikan,Dia tiada dibukit dan tiada dilembah jua.
Dengan segala persiapan kudaki gunung tertinggi,ditempat itu hanya ada kesunyian.
Kukelok tali kekang,kuburu ke Ka`bah,Dia tiada ditempat tua dan muda itu bertirah.
Kutanya kepada Syekh-ku perihal Dia,Dia berada diseberang jangkaun Syekh-ku.
Kudaki keearah tempat Rasul-ku berkhidmat,Dia tiada ditempat keramat itu.
Lalu,kupandang kedalam kalbuku sendiri,
Disana Dia kulihat; Dia tiada ditempat lainnya.