
Memang tidak ada relevansinya jika melihat judul postingan ini. Indonesia bukanlah negeri monarki yg dipimpin oleh seorang Raja atau Ratu sebagai pemegang kekuasaan penuh. Tp Indonesia adalah sebuah negeri yang berwawasan republik dan sangat demokratis dimana kekuasaan penuh berada ditangan rakyat dan sepenuhnya pula dipercayakan oleh para wakil rakyat dalam menyalurkan aspirasi-aspirasi bagi kepentingan rakyat pula tentunya. Tp apakah masih ada diantara para wakil rakyat tersebut yang menjaga Kesucian Republik ini ? Apakah semua yg disuarakan disetiap rapat diantara para wakil rakyat, mereka menjaga Kesucian Republik ini ?
Memang tidak ada manusia suci dimuka bumi ini, merujuk pada pembahasan dirumah tetangga sebelah tentang Kesucian, terfikir dibenak,“Benarkah Masih Ada Mereka Yang Suci Di Republik ini dalam Membela dan Mempertahankan Keutuhan dan Kebesaran Republik ini ?”
Banyak bukti yang mendasar bahwa keutuhan Republik ini sedang dibuat tidak utuh lagi dan saya tidak terlalu pandai untuk menyebutkannya apa yang telah “mereka” perbuat di Republik ini baik dengan proses langsung atau tidak langsung, baik dengan proses yang dilakukan oleh para anak bangsa sendiri dengan men-dua-kan hatinya ke yang lain atau dengan cara dan proses yang lainnya.
Seperti Sang Tuan Rumah Tetangga Sebelah bilang,”Indonesia Raya Semakin Tidak Bermoral”. Saya sangat risih dengan kalimat tersebut ( maaf Om Seno ), tp apakah Indonesia raya sedang menuju ke hal tersebut atau memang sudah ?
Hai si Bajil, tengoklah para birokrat, tengoklah para senopati, tegoklah para punggawa, tengoklah para penasihat, tengoklah para wakil rakyat, tengoklah pamong praja, tengoklah mereka yang sedang berkuasa ataupun mereka yang sudah turun tahkta dari Republik ini tp masih “bermain” entah demi pribadi atau atas permintaan dari negeri seberang….tengoklah, bercerminlah dan belajarlah kepada mereka yang berusaha demi Republik ini dan tidak men-dua-kan hatinya kepada yang lain, belajarlah dari mereka, angkatlah salah satu dari mereka menjadi Guru Kinasih seperti si Wujil dari Majapahit belajar kepada Guru Kinasihnya “Sang Mahamuni” Sunan Bonang, tundukkan kepala demi menyerap pembelajaran dan tegakkan kepala demi Republik ini. Jangan menjadi orang suci tp berusahalah menjadi orang yang baik dan berusaha mencapai kesucian dalam hidup dan berguna bagi Republik ini.