Archive for July, 2008

Protected: Surat Untuk Seseorang

Posted in Uncategorized with tags on July 26, 2008 by tsunaki

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Continue With The Other Page

Posted in Uncategorized with tags on July 25, 2008 by tsunaki

All this will continue to new yard, a new book.
A book and new yard. . . .with BLANK PAGES…WITH NO REMARKS.
It is only abook….past or future or present
It mean nothing for you, all.
But it mean something for me…forever.
This is unfinished stories but with Blank Pages in the New Page.
Don`t try to look inside to the New Book,
You`ll find nothing, but emptyness.
But i see anything.

Best Regards,
bajil

“Dont weep at my grave
Because I am no longer here
But please never let
Your memory of me disappear”.

Memaafkanlah…Sesudah dan Sebelumnya !

Posted in Chapter 5 on July 8, 2008 by tsunaki


Walaupun mudah diucapkan, memaafkan bukanlah perbuatan yang mudah
dilakukan. Ketika seseorang telah atau akan dicelakai, maka yang
tertanam biasanya perasaan dendam dan ingin membalas. Perasaan seperti
itu adalah wajar dalam diri orang biasa. Namun, sikap memaafkan hanya
ada pada diri orang yang lebih memahami akan hakikat sejati dirinya sendiri.

Memaafkan butuh kematangan diri dan kecakapan spiritual. Kematangan
diri hanya bisa didapatkan melalui keterbukaan hati dan pikiran akan
segala pengalaman hidup yang dialami…iya, pengalaman hidup yang dialami. Sementara kecakapan spiritual hanya bisa diperoleh ketika telah memiliki rasa penghambaan yang
tinggi hanya kepada Zat Yang Kuasa semata.

Dan bagi yang mempunyai keluhuran akhlak, mereka bukan hanya mampu
memaafkan kesalahan orang lain, melainkan sekaligus membalas kesalahan
tersebut dengan kebaikan yang tak pernah terbayangkan oleh sang
pelaku.

Setiap manusia yang telah dewasa pernah
mengalami posisi memaafkan dan dimaafkan.
Seringnya berganti posisi diatas ( memaafkan )
atau dibawah ( dimaafkan ) menjadi sebuah
kenikmatan sendiri bagi keduanya, karena di
dalamnya ada keimanan, dalam sikap sabar & syukur.

Oleh karena itu…Maafkan dan Memaafkanlah Sebelum dan Sesudahnya.

Shut Up Your Big Mouth

Posted in Chapter 4 on July 4, 2008 by tsunaki

Kejujuran……
Pentingkah?
Apa yang kamu pikirkan?
Apa?

Kita perlu bicara jujur.
Walau pun itu terkadang menyakitkan.
Dari pada bicara dalam hati.
Itu lebih menyakitkan.

Karena dengan bicara…
Kita dapat mendengar sehingga kita tahu keinginan, harapan, maksud dari seseorang.
Tapi akan lebih berbahaya bila hanya bicara dalam hati.
Karena kita tidak akan pernah tahu karena tidak terucap oleh kata2.

Saat seseorang berkata ‘aku mau bicara jujur pada mu’.
Andrenalin naik terpacu dengan cepat
Perut terasa mual, tangan mulai dingin, jantung berdetak kencang dan kepala menjadi ringan…
Jika sudah seperti ini, sepertinya mental harus dipersiapkan.

Ketika kata2 ‘aku sayang kamu tapi aku juga sayang padanya’.
Ketika kata2 ‘aku peduli pada mu tapi aku juga peduli padanya’.
Ketika kata2 ‘maafkan aku menyakiti dirimu dan dirinya’.
Ketika kata2 ‘lebih baik aku sendiri agar tidak menyakiti kalian’.

Apa yang kamu pikirkan?
Apa yang akan terjadi kemudian?
Bagaimana kamu bersikap sekarang?
Bagaimana kamu menjawabnya sekarang?

What is that?
Kejujuran, kebenaran atau kenyataan?
Kebohongan, permainan kata2 atau pembelaan diri?
Shut up your big mouth!

Remember Me

Posted in Chapter 4 on July 4, 2008 by tsunaki

I will be with you in the grave
on the night you leave behind
your shop and your family.
When you hear my soft voice
echoing in your tomb,
you will realize
that you were never hidden from my eyes.
I am the pure awareness within your heart,
with you during joy and celebration,
suffering and despair.

On that strange and fateful night
you will hear a familar voice –
you’ll be rescued from the fangs of snakes
and the searing sting of scorpions.
The euphoria of love will sweep over your grave;
it will bring wine and friends, candles and food.

When the light of realization dawns,
shouting and upheaval
will rise up from the graves!
The dust of ages will be stirred
by the cities of ecstasy,
by the banging of drums,
by the clamor of revolt!

Dead bodies will tear off their shrouds
and stuff their ears in fright–
What use are the senses and the ears
before the blast of that Trumpet?

Look and you will see my form
whether you are looking at yourself
or toward that noise and confusion.

Don’t be blurry-eyed,
See me clearly-
See my beauty without the old eyes of delusion.

Beware! Beware!
Don’t mistake me for this human form.
The soul is not obscured by forms.
Even if it were wrapped in a hundred folds of felt
the rays of the soul’s light
would still shine through.

Beat the drum,
Follow the minstrels of the city.
It’s a day of renewal
when every young man
walks boldly on the path of love.

Had everyone sought God
Instead of crumbs and copper coins
T’hey would not be sitting on the edge of the moat
in darkness and regret.

What kind of gossip-house
have you opened in our city?
Close your lips
and shine on the world
like loving sunlight.

Shine like the Sun of Tabriz rising in the East.
Shine like the star of victory.
Shine like the whole universe is yours!

By : el-Jalaludin Rumi

Dan si Bajil pun dibungkam Keinginannya…Kembali !!!

Posted in Chapter 3 on July 4, 2008 by tsunaki

Jadi Ingat lagi Kisah si Wujil dan Guru Kinasihnya Ratu Wahdat atau Sunan Bonang,
dan kira-kira begini sepenggal kisah Wejangan dari Ratu Wahdat kepada Wujil..
“Ingatlah Wujil, waspadalah!Hidup di dunia ini.
Jangan ceroboh dan gegabah.
Sadarilah dirimu Bukan yang Haqq. Dan Yang Haqq bukan dirimu.
Orang yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhan.
Asal usul semua kejadian. Inilah jalan makrifat sejati.”

“Kenalilah hidup sebenar-benar hidup. Tubuh kita sangkar tertutup.
Ketahuilah burung yang ada di dalamnya. Jika kau tidak mengenalnya.
Akan malang jadinya kau. Dan seluruh amal perbuatanmu, Wujil. Sia-sia semata.
Jika kau tak mengenalnya. Karena itu sucikan dirimu.
Tinggalah dalam kesunyian. Hindari kekeruhan hiruk pikuk dunia.”

“Keindahan, jangan di tempat jauh dicari. Ia ada dalam dirimu sendiri.
Seluruh isi jagat ada di sana. Agar dunia ini terang bagi pandangmu.
Jadikan sepenuh dirimu Cinta. Tumpukan pikiran, heningkan cipta.
Jangan bercerai siang malam.Yang kaulihat di sekelilingmu.
Pahami, adalah akibat dari laku jiwamu!”.

Wujil, jangan memuja. Jika tidak menyaksikan Yang Dipuja.
Juga sia-sia orang memuja tanpa kehadiran Yang Dipuja.
Walau Tuhan tidak di depan kita. Pandanglah adamu. Sebagai isyarat ada-Nya.
Inilah makna diam dalam tafakur. Asal mula segala kejadian menjadi nyata”.

“Renungi pula, Wujil! Hakikat sejati kemauan. Hakikatnya tidak dibatasi pikiran kita.
Berpikir dan menyebut suatu perkara. Bukan kemauan murni.
Kemauan itu sukar dipahami. Seperti halnya memuja Tuhan, Ia tidak terpaut pada hal-hal yang tampak. Pun tidak membuatmu membenci orang.
Yang dihukum dan dizalimi. Serta orang yang berselisih paham”.

Re-wrote by bajil

Tapi Bukan Aku

Posted in Chapter 2 on July 4, 2008 by tsunaki

Jangan lagi kau sesali keputusanku
Ku tak ingin kau semakin akan terluka
Tak ingin kupaksakan cinta ini
Meski tiada sanggup untuk kau terima
Aku memang manusia paling berdosa
Khianati rasa demi keinginan semu
Lebih baik jangan mencinta
Biarku dan semua hatiku

Karena tak akan pernah
Akan kau temui cinta sejati

Berakhirlah sudah semua
Kisah ini dan jangan kau tangisi lagi
Sekali pun aku tak akan pernah
Mencoba kembali padamu

Sejuta kata maaf terasa akan percuma
Rasa ku telah mati untuk menyadarinya
Tapi bukan aku

Semoga saja akan kau dapati
Hati yang tulus mencintaimu
Tapi bukan aku

By : Kerispatih

Lagi…dan Lagi !!!

Posted in Chapter 1 on July 4, 2008 by tsunaki

Aku memang salah
aku memang hina
maafkanlah untuk semua
apa yang terjadi
tak mungkin kembali
kini ku sendiri lagi
karna kau memang tak pantas
tersakiti lagi dan lagi….
teriris lagi tercabik lagi…
aku memang salah
aku memang hina
maafkanlah untuk semua
karna kau memang tak pantas
tersaiti lagi dan lagi….
karna kulewati batas
melukai lagi dan lagi….
dan aku tak bisa tuk mengakhiri…
aku memang salah
aku memang hina
maafkanlah untuk semua

karna kau memang tak pantas
tersakiti lagi dan lagi….
karna kulewati batas
melukai lagi dan lagi….

karna kau memang tak pantas
buat diriku ini
tak tau diri
kini ku sendiri lagi
tak ada yang menemani
dan jangan kembali….
lagi…..

By : Andra & The Backbone