Jadi Ingat lagi Kisah si Wujil dan Guru Kinasihnya Ratu Wahdat atau Sunan Bonang,
dan kira-kira begini sepenggal kisah Wejangan dari Ratu Wahdat kepada Wujil..
“Ingatlah Wujil, waspadalah!Hidup di dunia ini.
Jangan ceroboh dan gegabah.
Sadarilah dirimu Bukan yang Haqq. Dan Yang Haqq bukan dirimu.
Orang yang mengenal dirinya akan mengenal Tuhan.
Asal usul semua kejadian. Inilah jalan makrifat sejati.”
“Kenalilah hidup sebenar-benar hidup. Tubuh kita sangkar tertutup.
Ketahuilah burung yang ada di dalamnya. Jika kau tidak mengenalnya.
Akan malang jadinya kau. Dan seluruh amal perbuatanmu, Wujil. Sia-sia semata.
Jika kau tak mengenalnya. Karena itu sucikan dirimu.
Tinggalah dalam kesunyian. Hindari kekeruhan hiruk pikuk dunia.”
“Keindahan, jangan di tempat jauh dicari. Ia ada dalam dirimu sendiri.
Seluruh isi jagat ada di sana. Agar dunia ini terang bagi pandangmu.
Jadikan sepenuh dirimu Cinta. Tumpukan pikiran, heningkan cipta.
Jangan bercerai siang malam.Yang kaulihat di sekelilingmu.
Pahami, adalah akibat dari laku jiwamu!”.
“Wujil, jangan memuja. Jika tidak menyaksikan Yang Dipuja.
Juga sia-sia orang memuja tanpa kehadiran Yang Dipuja.
Walau Tuhan tidak di depan kita. Pandanglah adamu. Sebagai isyarat ada-Nya.
Inilah makna diam dalam tafakur. Asal mula segala kejadian menjadi nyata”.
“Renungi pula, Wujil! Hakikat sejati kemauan. Hakikatnya tidak dibatasi pikiran kita.
Berpikir dan menyebut suatu perkara. Bukan kemauan murni.
Kemauan itu sukar dipahami. Seperti halnya memuja Tuhan, Ia tidak terpaut pada hal-hal yang tampak. Pun tidak membuatmu membenci orang.
Yang dihukum dan dizalimi. Serta orang yang berselisih paham”.
Re-wrote by bajil